Pemanfaatan Abu Vulkanik dari Merapi


   Gunung merapi terletak di antara Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah, merupakan gunung aktif yang mempunyai ketinggian + 2.968 m dari permukaan air laut. Erupsi yang dihasilkan gunung merapi bersuhu + 9000 celcius. Muntahan lava vulkanik dari aktifitas harian mencapai 500.000 m3 per hari. Hasil erupsi merapi yaitu abu lava vulkanik yang menjadi sedimen di sungai-sungai. Menurut penelitian sedimentasi disekitar gunung merapi memiliki  unsur hara yang tinggi dan mengandung berbagai unsur logam diantaranya adalah Timbal (Pb), Kromium (Cr), dan Kadmium (Cd). Sementara ini pegambilan sedimentasi lava vulkanik hanya sebatas pengerukan dengan alat berat yaitu backhoe, dikarenakan sedimentasi tersebut dapat dikategorikan sebagai limbah.Sedimen tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pada pembuatan paving block. Pemanfaatan tersebut sangat mudah dilakukan untuk industri kecil (home industry) dan menengah bagi warga masyarakat di sekitar daerah gunung merapi.           
   Sedimen adalah endapan material vulkanik yang berasal dari meletusnya gunung berapi. Material vulkanik mengendap pada hulu sungai, endapan tersebut merupakan butiran-butiran yang terdiri dari agregat halus dan kasar. Pada lokasi gunung merapi daerah barat dan selatan merupakan daerah yang rawan terhadap ancaman erupsi gunung merapi, dimulai dari ancaman banjir lahar dingin di aliran hulu sungai sampai kehilir. Kemudian jumlah kandungan sedimentasi material vulkanik terbesar terdapat pada Sungai Gendol, Sungai Opak, Sungai Krasak dan Sungai Putih (Cyber News).
 Semakin bertambahnya jumlah volume sedimentasi material vulkanik, tentu akan menimbulkan masalah yang besar pula, oleh karena itu diperlukan pemanfaatan yang menguntungkan dari segi aspek kualitatif sedimen merapi tersebut. Kami menelaah tentang material endapan vulkanik tersebut, salah satu pemanfaatan yang bisa diaplikasikan adalah pemanfaaatan sedimen tersebut dalam campuran pembuatan paving block.
Peninjauan pemanfaatan sedimentasi merapi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek kuantitatif dan aspek kualitatif. Pada Aspek kuantitatif yaitu perlu adanya pemanfaatan yang optimal sehingga dapat mengurangi bertambahnya sedimentasi yang setiap hari semakin meningkat jumlahnya, sehingga mengurangi dampak negatif sedimen pada lingkungan. Pada aspek kualitatif yaitu pemanfaatan sedimentasi vulkanik merapi secara komersial menguntungkan dalam meningkatkan taraf perekonomian warga masyarakat disekitar gunung merapi.
Agregat (pasir) dalam sedimen tersebut dapat dipakai sebagai campuran bahan pengganti pasir sungai atau pantai. Misal digunakan komposisi perbandingan Sedimen 1 : semen 2 : air 1 : Screening 1. Karakteristik pasir sedimen tidak jauh berbeda dengan pasir pantai dan sungai. Disamping itu pembuatan paving block yang mudah, relatif murah dan terjangkau, serta didapat kualitas yang variatif sesuai dengan pencampuran komposisi tersebut. Substitusi tersebut mengurangi penggunaan pasir sehingga jumlah penambangan pasir ikut berkurang maka kerusakan lingkungan di sungai atau pantai dapat dikurangi.