TRANSPORTATION - MKJI
HUBUNGAN ARUS LALU LINTAS DENGAN WAKTU TEMPUH
Besarnya waktu tempuh pada suatu ruas jalan sangat tergantung dari besarnya arus dan kapasitas ruas jalan tersebut. Hubungan antar arus dengan waktu tempuh dapat dinyatakan sebagai suatu fungsi dimana jika arus bertambah maka waktu tempuh akan juga bertambah.
Konsep antrian dalam waktu pelayanan merujuk pada waktu minimum yang dibutuhkan kendaraan untuk melalui suatu ruas jalan sesuai dengan tingkat pelayanan jalan yang ada.
Waktu pelayanan adalah waktu tempuh yang dibutuhkan ketika tidak ada kendaraan lain pada jalan tersebut. Sehingga, tundaan antrian dapat dipertimbangkan sebagai pertambahan waktu tempuh akibat adanya kendaraan lain yang dapat dinyatakan sebagai berikut:
untuk setiap pasangan data TQ dan Q yang didapatkan dari hasil survey waktu tempuh dan volume arus lalu lintas akan dihasilkan satu nilai a. jadi, nilai indeks tingkat pelayanan merupakan nilai rata-rata dari beberapa nilai a.
Secara umum kendaraan ringan memiliki kecepatan arus bebas dasar lebih tinggi daripada kendaraan berat dan sepeda motor. Jalan berpembatas median memiliki kecepatan arus bebas dasar lebih tinggi jalan tanpa berpembatas median. Untuk jalan berlajur lebih dari 8, kecepatan arus bebas dasarnya sama dengan jalan berlajur 6. Faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat lebar jalan (FVW) ditentukan berdasarkan tipe jalan dan lebar jalan efektif (WC).
Faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat gangguan samping (FVSF) untuk ruas jalan yang mempunyai kereb didasarkan pada jarak antara kereb dengan gangguan pada sisi jalan (WK) serta tingkat gangguan samping berasarkan Tabel berikut.
Besarnya waktu tempuh pada suatu ruas jalan sangat tergantung dari besarnya arus dan kapasitas ruas jalan tersebut. Hubungan antar arus dengan waktu tempuh dapat dinyatakan sebagai suatu fungsi dimana jika arus bertambah maka waktu tempuh akan juga bertambah.
Konsep antrian dalam waktu pelayanan merujuk pada waktu minimum yang dibutuhkan kendaraan untuk melalui suatu ruas jalan sesuai dengan tingkat pelayanan jalan yang ada.
Waktu pelayanan adalah waktu tempuh yang dibutuhkan ketika tidak ada kendaraan lain pada jalan tersebut. Sehingga, tundaan antrian dapat dipertimbangkan sebagai pertambahan waktu tempuh akibat adanya kendaraan lain yang dapat dinyatakan sebagai berikut:
TQ = T0 + WQ
Dengan : TQ = waktu tempuh pada saat arus = Q
T0 = waktu tempuh pada saat arus = 0
Q = arus lalu lintas
a = indeks tingkat pelayanan (ITP)
TUNDAAN
Dengan : a = indeks tingkat pelayanan
Q = Arus lalulintas
C = Kapasitas jalan
C = Kapasitas jalan
Tabel Parameter untuk beberapa jenis jalan
Kondisi
|
TQ (menit
/mil)
|
a
|
Arus jenuh (kendaraan / hari)
|
Jalan bebas hambatan
|
0,8 -1,0
|
0 – 0,2
|
2000 perlajur
|
Jalan perkotaan (banyak lajur)
|
1,5 – 2,0
|
0,4 – 0,6
|
1800 perlajur
|
Jalan kolektor dan pengumpan
|
2,0 – 3,0
|
1,0 – 1,5
|
1000 total lebar
|
untuk setiap pasangan data TQ dan Q yang didapatkan dari hasil survey waktu tempuh dan volume arus lalu lintas akan dihasilkan satu nilai a. jadi, nilai indeks tingkat pelayanan merupakan nilai rata-rata dari beberapa nilai a.
PENENTUAN NILAI T0
Nilai T0 (waktu tempuh pada kondisi arus bebas) untuk suatu ruas jalan dapat dihitung dengan membagi panjang ruas jalan tersebut dengan kecepatan arus bebasnya (FV). Menurut IHCM (1997), kecepatan arus bebas dapat dihitung dengan persamaan (2.39) berikut ini:
Dengan = FV : Kecepatan arus bebas untuk kendaraan ringan (km/jam)
FV0 : Kecepatan arus bebas dasar untuk kendaraan ringan (km/jam)
FVW : Faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat lebar jalan
FFVSF : Faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat kondisi gangguan
samping
FFVCS : Faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat ukuran kota (jumlah
penduduk)
Secara umum kendaraan ringan memiliki kecepatan arus bebas dasar lebih tinggi daripada kendaraan berat dan sepeda motor. Jalan berpembatas median memiliki kecepatan arus bebas dasar lebih tinggi jalan tanpa berpembatas median. Untuk jalan berlajur lebih dari 8, kecepatan arus bebas dasarnya sama dengan jalan berlajur 6. Faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat lebar jalan (FVW) ditentukan berdasarkan tipe jalan dan lebar jalan efektif (WC).
Tabel Faktor koreksi kapasitas arus bebas akibat lebar jalan (FVW)
Tipe Jalan
|
Lebar Jalan efektif (WC) (meter)
|
FVW
|
4 lajur berpembatas median atau jalan satu arah
|
Per lajur
3,00
3,25
3,50
3,75
4,00
|
-4
-2
0
2
4
|
4 lajur pembatas median
|
Per lajur
3,00
3,25
3,50
3,75
4,00
|
-4
-2
0
2
4
|
2 lajur tanpa pembatas median
|
Dua arah
5
6
7
8
9
10
11
|
-9,5
-3
0
3
4
6
7
|
Faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat hambatan samping ditentukan berdasarkan tipe jalan, tingkat gangguan samping, lebar bahu jalan efektif (WS) atau jarak kereb ke penghalang berdasarkan Tabel berikut.
Tabel FVSF untuk jalan yang mempunyai bahu jalan
Tipe Jalan
|
Kelas gangguan samping
|
Faktor koreksi akibat gangguan samping dan lebar bahu jalan efektif (WS)
| |||
Lebar bahu jalan efektif (m)
| |||||
≤0,5
|
1,0
|
1,5
|
≥2,0
| ||
4 lajur 2 arah berpembatas median
|
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
|
1,02
0,98
0,94
0,89
0,84
|
1,03
1,00
0,97
0,93
0,88
|
1,03
1,02
1,00
0,96
0,92
|
1,04
4,03
1,02
0,99
0,96
|
4 lajur 2 arah tanpa pembatas median
|
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
|
1,02
0,98
0,93
0,87
0,80
|
1,03
1,00
0,96
0,91
0,86
|
1,03
1,02
0,99
0,94
0,90
|
1,04
1,03
1,02
0,98
0,95
|
2 lajur 2 arah tanpa pembatas median atau jalan satu arah
|
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
|
1,00
0,96
0,90
0,82
0,73
|
1,01
0,98
0,93
0,86
0,79
|
1,01
0,99
0,96
0,90
0,85
|
1,01
1,00
0,99
0,95
0,91
|
Faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat gangguan samping (FVSF) untuk ruas jalan yang mempunyai kereb didasarkan pada jarak antara kereb dengan gangguan pada sisi jalan (WK) serta tingkat gangguan samping berasarkan Tabel berikut.
Tabel FVSF untuk jalan yang mempunyai kereb
Tipe Jalan
|
Kelas gangguan samping
|
Faktor koreksi akibat gangguan samping dan jarak kereb-gangguan (VK)
| |||
Jarak kereb - gangguan (m)
| |||||
≤0,5
|
1,0
|
1,5
|
≥2,0
| ||
4 lajur 2 arah berpembatas median
|
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
|
0.95
0.94
0.91
0.86
0.81
|
0.97
0.96
0.93
0.89
0.85
|
0.99
0.98
0.95
0.92
0.88
|
1.01
1.00
0.98
0.95
0.92
|
4 lajur 2 arah tanpa pembatas median
|
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
|
0.95
0.93
0.90
0.84
0.77
|
0.97
0.95
0.92
0.87
0.81
|
0.99
0.97
0.95
0.90
0.85
|
1.01
1.00
0.97
0.93
0.90
|
2 lajur 2 arah tanpa pembatas median atau jalan satu arah
|
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
|
0.93
0.90
0.86
0.78
0.68
|
0.95
0.92
0.88
0.81
0.72
|
0.97
0.95
0.91
0.84
0.77
|
0.99
0.97
0.94
0.88
0.82
|
Faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat ukuran kota (FFVCS) dapat dilihat pada Tabel berikut dimana faktor koreksi tersebut merupakan fungsi dari jumlah penduduk kota .
Tabel FFVCS untuk jalan perkotaan
Ukuran
|
Faktor Koreksi untuk ukuran kota
|
Ukuran
|
Faktor koreksi untuk ukuran kota
|
< 0,1
0,1 – 0,5
0,5 – 1,0
|
0,90
0,93
0,95
|
1,0 – 1,3
>1,3
|
1,00
1,03
|